Antara Pemilu dan Masa Depan ASEAN



Mungkin saya adalah satu dari jutaan orang yang sudah muak dengan drama-drama politik yang terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Pemilihan umum yang katanya sebuah agenda demokrasi menjelma menjadi sebuah kontes kemunafikan. Saya semakin tidak mengerti mengapa orang begitu mudah mengklaim ini dan itu. Menuduh ini dan itu tanpa sebuah bukti yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sehemat saya, pesta demokrasi saat ini adalah pertarungan yang menimbulkan efek bias. Dimana orang seperti saya bingung mana yang benar dan mana yang tidak benar. Kenapa hal-hal kecil harus dibawa ke media? Hal-hal yang sebenarnya nggak ngefek banget sama kemajuan bangsa. Menurut saya, pemilu kali ini NGGAK BANGET! Kurang visioner dan cenderung main buka-bukaan aib.

Bagi saya yang sedang menggeluti dunia ASEAN, Indonesia sedang sangat terancam. Ironisnya, sangat jarang yang menyadarinya. Isu ASEAN seakan sudah tertutup rapat oleh Pemilu. Tidak ada lagi yang menyadari bahwa banyak problematika yang menerpa Indonesia dari sisi ASEAN Community. Bahkan, mungkin sangat jarang yang mengetahui untuk apa sebenarnya ASEAN Community itu terbentuk? Kita akan kaget -dan saya sangat yakin akan hal itu- kalau kita tidak segera menyadari posisi Indonesia saat ini.

Ketegangan antara negara-negara dunia yang menganut pemahaman liberal macam USA dan Eropa dengan negara komunis macam Rusia dan China kian memanas. Di era globalisasi macam ini, tidak membentuk koalisi dengan negara besar sangat sulit rupanya. Itu lah mengapa Indonesia bergabung dalam ASEAN guna membangun 3 pilar: ekonomi, politik, dan sosial. Namun, apakah ASEAN ini berjalan dengan lancar?

Negara-negara di ASEAN berjabat erat untuk masalah ekonomi, tetapi untuk masalah politik dan sosial, they will say no. Ada kah kalian menyadari bahwa antara negara-negara ASEAN ini tidak akur sebenarnya? Sebenarnya apa yang membuat kita ini harus bersatu? Indonesia dan Malaysia sudah bukan menjadi rahasia umum lagi kalau mereka adalah musuh lama. Meskipun berasal dari satu rumpun, selalu ada keengganan di antara keduanya. Thailand dan Myanmar. Malaysia dan Singapura. Malaysia dan Filiphina. Vietnam dan Myanmar. Ah, negara-negara di ASEAN ini terkurung dalam lingkaran hitam sejarah. Kalau demikian kondisinya, saya pesimis ASEAN ini benar-benar bisa bekerjasama dalam 3 pilar tersebut.

Katakanlah pilar ekonomi berjalan lancar, sudah dimanakah posisi Indonesia saat ini? Akankah kita menjadi pasar dan pasar terus? Impor dan impor terus oleh menteri-menteri 'keledai' yang tidak punya visi kedepan. Kenapa sih kita harus pragmatis terus? Mencukupi kebutuhan saat ini terus? Pertanyaan saya sampai kapan? Sampai kapan kita mau kayak gini terus?

Kondisi negara-negara ASEAN yang berdiri pada satu daratan yang sama, mungkin, menjadi salah satu penyebab sulitnya berdiplomasi. Tetapi, tahukah kalian? Ini bukan tentang teori konspirasi, Rusia dan China, sejak tahun 2001 sudah membentuk Shanghai Cooperation Organization (SCO), bersama dengan negara-negara tetangganya. Bisa jadi, dengan gagalnya pelaksanaan ASEAN 2020, kita menjadi bagian SCO ini. Bagus bukan? May be yes, may be no. Mungkin ini akan menjadi semacam penjajahan ideologi. Who knows?



Semakin memanasnya kondisi ekonomi dunia ini, Indonesia harus memiliki partner in crime yang sesungguhnya, macam big brother. Thailand dengan Rusianya. Malaysia dengan Inggrisnya. Singapur dengan Chinanya. Indonesia dengan? Tergantung presidennya kali ini. Komunis kah atau Liberal kah? Itu pun kalau dia mikir. Bagaimana dengan berdikari? Please, nggak usah mimpi. Dunia ini bukan cuma Indonesia aja, banyak negara lain yang berkepentingan. Dengan tidak adanya partner in crime, posisi Indonesia sangat sangat berbahaya.

 Bagaimanakah nasib Indonesia selanjutnya di tahun 2020?

Silahkan pikirkan sendiri. Makanya, jangan cuma baca berita-berita hoaks dan kurang bermutu tentang calon presidenmu dan lawannya. :p

0 komentar:

Posting Komentar

 

Instagram

Populer

Kategori

AEC (6) Aksel Zoo (3) Asean (2) bima (1) buku (3) CAFTA (2) cerpen (4) cool (1) curhat (5) election (1) Experience (17) Filsafat (2) fotografi (5) history (2) hobby (7) Ilmu (2) indah (1) indonesia (13) industri (4) inspirasi (18) islam (3) joke (1) Kebudayaan (12) kenangan (1) kritisi (22) Leadership (20) mahesa (17) marketing (3) Moral (49) movie (1) pendidikan (4) Pergerakan (14) photography (1) pilpres (2) politik (1) prinsip (12) quote (4) sejarah (4) share (71) Shuttlers (1) thailand (13) tokoh (3) travel (4)

Pengunjung

Pengikut