Orang Paling Berpengaruh (dalam) Hidup Saya



Bj. Habibie, menjadi seseorang yang sangat menginspirasi hidup saya. Banyak hal yang saya pelajari darinya sebagai seorang teknokrat jenius. Terlepas dari isu pelepasan timur leste -yang sejujurnya saya cenderung setuju mereka dilepas karena hubungan historikal- penemu teori keretakan pesawat ini sungguh sangat berjasa bagi Indonesia. Bagaimanapun, saya menganggap ia adalah seorang negarawan.
  
Saya harus berterimakasih kepada Dr. Ibrahim Elfiky. Seorang kewarganegaraan mesir yang mampu memperbaiki ritme hidup saya. Sungguh, tulisan dan pengalaman hidupnya membuat banyak mimpi buruk saya disapu bersih. 

"Otak kita tak mampu menghapus sebuah file yang telah tersimpan rapi di ingatan kita. Ia hanya mampu digantikan oleh kenangan baik lainnya. Kita punya kuasa atas otak kita"
Kedua orang itu sangat berpengaruh dari cara saya melihat sebuah kejadian dalam hidup ini. Ada beberapa orang yang sejatinya menerpa pikiran bawah sadar saya, sedari saya kecil hingga saat ini. Akan saya jabarkan satu per satu di tulisan di bawah ini:

1. Annas Thayeb

Ialah kepala sekolah yang berkharisma. Jika Anda pernah tinggal dan hidup di Bima pada permulaan abad keduapuluh, sosok Pak Annas sangat kental di sekolah menengah atas. Dulu, pernah, saat ia akan memberikan wejangan kepada siswa peserta akselerasi, dia berkata
"Camkan kata-kata saya. Jangan pernah menolak sebuah nasehat. Karena nasehat yang keluar dari mulut anjing sekali pun akan tetap menjadi sebuah nasehat."
Itu berarti, jangan hanya mendengarkan kata-kata seorang karena pangkat dan jabatannya. Bahkan dari seorang gelandangan sekalipun, kita tak tahu, pengalaman hidupnya bisa jadi melebihi kita. Dia teguh dengan prinsipnya. Berdiri dengan disiplinnya. Dan bertindak seperlunya. Dia mengajarkan saya tentang arti kepemimpinan dan tali prinsip.


2. Kumala sari

Bu Kumala ini, mungkin bisa saya katakan adalah guru yang paling sayang kepada saya. Dia memiliki andil besar dalam titik balik hidup saya. Dulu, ketika semasa SMP, saya selalu tidak percaya diri dengan apa yang saya miliki. Si Ibu yang tangannya selalu gemetaran ketika memegang tabung reaksi dan pipet ini selalu memberikan kepercayaan kepada saya untuk tampil ke depan kelas. Bisa dibilang, dia selalu membela saya di forum guru. Tidak heran, perubahan saya tampak sekali saat menginjak bangku SMP. Bagi dia,
"Semua orang itu sama saja, yang membedakan adalah kemauan dia untuk menjadi yang lebih baik dan campur tangan Allah."

3. M. Taher

Beberapa orang termahsyur pada zamannya adalah (kak) Taher. Sepak terjangnya mengikuti banyak perlombaan sejak menduduki bangku SMP, tak lagi diragukan. Ia yang kreatif, inisiatif, dan ganteng bergingsul :p selalu menjadi pembicaraan. Sampai ada suatu cerita bahwa,

"Banjir yang lalu, saat semua orang sibuk mengungsi, saya malah mengejar-ngejar keranjang yang berisi setumpuk sertifikat saya."
Katanya sih nama dia Rengga. -_-"

Entah apa yang ada dalam pikiran saya tempo hari. Sebuah keranjang berisi sertifikat penghargaan. Anak (baru) SMA macam apa orang ini. Taher adalah dia yang mengenalkan saya dan Iqbal mengenai karya tulis. Titik nadir dimana saya mulai mencintai dunia sains dan segala kompetisinya. Seorang guru yang selalu bijaksana membimbing muridnya.

Ia bangga apa pun yang kami peroleh. Seseorang yang menjadi alasan utama kenapa saya kemudian memilih untuk melanjutkan kuliah di Institut Pertanian Bogor. Oke, ini kejadian menggelikan sebenarnya, dimana saya dan Iqbal menangis di terminal dan mengatakan akan menyusul beliau di Bogor. Bal, ini menggelikan, tolong jangan dilakukan lagi. :D

Kemanakah Taher kemudian semenjak kuliah? Entahlah, mungkin ia tidak benar-benar meninggalkan dunia tulis-menulisnya. Mungkin saja ia bernama pena. Entahlah. Banyak hal yang belum bisa saya pahami darinya. Dia (kak) Taher, tetap menjadi orang yang berpengaruh dalam hidup saya.

4. M. Iqbal Nurul Haq

Banyak kehidupan masa studi saya dihabiskan bersama Iqbal. Susah senang, canda tawa, keluh kesah. Kami seperti tumbuh bersama sebelum mengambil jalan hidup masing-masing. Hingga pada akhirnya saya menyadari bahwa persahabatan kami ini benar-benar sangat membahagiakan. Terimakasih atas semua waktu yang telah kita lewati bersama, Iqbal. Oke, sudah! Sudah muji-mujinya, sekarang akan saya bongkar siapa kamu sebenarnya, Bal. Wkwkwk!

Bergaya seperti Lee dalam tokoh serial Naruto. Elah.

Dua G dan saya Dua B. Kami bertemu pertama kali di sebuah sekolah menengah pertama. Satu kelas namun beda jadwal. Dia siang, saya pagi, atau sebaliknya. Disini awal kali kami bertemu. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk menjadi orang-orang keren di SMP (aelah). Kami merasa tak cocok dengan organisasi OSIS dan kemudian bergabung bersama Rohis. Jujur saja, banyak gebrakan yang kami lakukan bersama anggota lainnya. Kami berafiliasi dengan sebuah perkumpulan pelajar islam yang kemudian di kenal PII (Pelajar Islam Indonesia). Singkat cerita, kami mulai banyak berinteraksi, mengikuti kegiatan ekskul, merekrut anggota baru, mengikuti lomba-lomba, main PS bareng, sepedaan bareng, nyewa komik bareng di rental Ardy Arie.

Begitupun saat kami masuk SMA, kami "terjerembab" dalam kelas Akselerasi -yang mengerikan. Kemudian Iqbal menyemai bibit-bibit "lingkaran". Elah, Bal, terselubung banget sih. Haha. :D Dia adalah sosok (yang mengaku diri sebagai seorang) jenius. Kisah ini akan saya ceritakan lebih lanjut nanti. Iya, nanti. Suatu saat. Dia selalu bertingkah sok cool depan cewek. Iya, begitulah, Iqbal. Pernah suatu waktu ia mengomentari berita tentang demonstrasi,

"Mereka ngapain sih? Kayak orang nggak ada kerjaan. Buat opera nggak jelas. Bikin macet. Merusak fasilitas negara"

Dan kemudian sekarang (masa muda) dia lebih banyak naik panggung. Bal, hukum karma itu ada. Dia berlaku juga buat kamu. :p

5. Dr. Musholli

Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan nikmat Allah. Sesungguhnya saya sangat mencintai tokoh satu ini. Seorang yang sangat dekat dengan murid-muridnya. Yang jauh dari pencitraan dan nafsu dunia. Dr. Musholli. Jangan dikurangi (Musho) dan jangan ditambahkan (Musholini), apalagi diubah (Mushola), katanya.



Pemikirannya yang teguh dan kontemporer, dibasuh dengan humor-humor yang segar, sungguh menyimpan kerinduan yang mendalam. Ingin sekali saya memeluk beliau seerat-eratnya. Beliau selalu menekankan untuk menjadi sosok universalis yang dapat di terima di semua kalangan. Hanya mereka yang berkarakter open mind yang bisa. Tapi bukan berarti mereka yang menjajakan prinsip dan idealismenya. Akidah tetaplah akidah, tidak boleh dicampuradukkan. Ada banyak hal yang saya pelajari dari beliau, dan tidak mungkin saya jabarkan satu per satu. Satu kata yang tepat menggambarkan sosoknya: Guru Ideologi.

6. Maya Dania

Ciye.... Mantap!

Kurang dan lebihnya, harus saya akui, Maya dania dengan segala ke-lebay-an-nya di ruang sosial media membuka beberapa wawasan berpikir. Sosok yang sok misterus ini dulu akhirnya berhasil kami rekrut sebagai kuncen departemen asean community di persatuan pelajar indonesia di Thailand. Sebelum saya lanjutkan, saya mau komentarin, mbak lebih keren dengan jilbabnya itu. Beneran dah. Coba aja voting di anak-anak PPI Thailand. :v

Karena saking kontroversialnya, Maya Dania, mohon maaf, mbak, saya curiga mbak ini anggota CIA atau FBI. Tapi kemudian saya mengurungkan kembali pikiran itu, mbak akhir-akhir ini terlalu lebay di sosial media. Terlalu mencolok untuk dikatakan menyamar. Iya, mbak, begitu, beneran dah. Oke, sip.

Saya tidak akan membahas kontroversialnya ttg program LGBT yang sering dia gemakan (dulu). Sudahlah, itu urusan mbak sama Tuhan dan bang Andre. :p Saya merasa pengetahuan mbak tentang masyarakat ASEAN dan segala hiruk pikuknya itu keren. Lumayan lah. Ya, itung-itung anukan. Satu hal yang saya paling ingat,

"Nggak usah, Pak Alfa. Saya nggak bisa dikekang begitu. Saya lebih baik menjadi diri sendiri aja. Lebih baik saya mengundurkan diri aja (dari moderator, red)" ngambeknya. Elah, BU (M)AYA.

Tapi beneran dah, mbak. Pengetahuan mbak itu membuka wawasan banyak orang. Yah, mayan lah (tetap nggak mau ngaku). Terlepas dari emang mbak banyak info dari PBB, mbak boleh lah di katakan anu. Begitu.

7. Fuadi Muhammad


Saya dulu pernah ketemu kak Fuadi saat masih mengenakan seragam putih abu. Waktu itu kakak pakai baju Aquatique (entah bener apa salah) dengan lambang menyerupai klan Uzumaki. Sekilas aja kak Fuad ini sudah terlihat tampak ramah. Tapi, entah kapan gitu dulu kita pertama kali jadi dekat. Yang saya ingat, pernah suatu saat karena pergi ke Bogor dan kemalaman, saya nginap di kosan kakak. 

Entah kenapa saya memasukkan nama kak Fuad, padahal interaksi kita begitu jarang. Apa yang membuat kak Fuadi sangat berkesan? Adalah beliau yang selalu membuat saya sebagai orang yang mengesankan baginya. Pastinya bukan yang "paling" namun beliau selalu ada cara untuk membuat saya merasa berharga. Dia selalu berpikir bahwa saya memiliki potensi yang sangat layak untuk dikembangkan. Kak Fuad selalu memposisikan dirinya sebagai kakak. Tidak, tidak, mungkin lebih tepatnya coach. Belakangan ini saya sudah lama tidak bertegur sapa lagi dengannya. Pastinya dia sedang sibuk bersama keluarganya. Namun, suatu saat, kami pasti akan banyak bercerita lagi.

Salute buat oak Fuad yang sell ramah! cheers.

8. Ajchara Kessuvan 



Anyway, I have to use English, though I know that my english is not that good. Ajchara Kessuvan, she is my Arjan (pronounce: Achan; similar meaning with sensei, guru, lecturer, master, in Thai). She must be one of the nine persons that bring me into turning point of my life. I said to her one day,

"Arjan, I really hate marketing with no reason." It must be has a reason, she said. "It just waste the time. Why I have to learn something abstract?"

She asked my opinion about marketing. I told her, when I was a bachelor student, marketing is just Segmentation, Targeting, and Positioning (STP). She said yes, it is true. Then what? Then, let try to keep in your mind that it must be useful.

Oh, the way you teach us, beyond my imagination. Marketing is wider than I thought. I got so many insights that change my view, that makes me try to understand more and more that, "costumer is a king." You got nothing without their trust, your company must be bankrupted without their feedback. Nowadays, consumers are smarter, then you have to be smarter than them. Then you win the competition.

Arjan, you change the way I think. That marketing become a part of my life. I learned a lot from you, Arjan Ravipim, and other Arjan. :)

9. Atika Luthfiyyah



Mohon maaf sebelumnya, mbak, kalau saya harus menuliskan nama mbak di postingan kali ini. Ya bukan karena alasan apa, memang kurang lebih, banyak hal yang saya pelajari dari mbak. Pola pikir, memaknai sebuah peristiwa, menjadi kreatif, hingga hal-hal kecil yang sering kita jadikan bahan tertawaan. Banyak hal sederhana yang terjadi di dunia ini, namun mbak selalu memaknainya dengan luar biasa. Mungkin orang akan menilai mbak dari penampilan sebagai pribadi yang kekanak-kanakan, sama sepertiku, tetapi jauh melebihi itu, aku sadar, ada sesuatu yang lebih berharga dari sekedar emas.

Kita memang selalu nyambung dalam banyak hal. Satu hal yang tidak nyambung diantara kita adalah semua hal yang tidak kita sukai. Dan selalu kita singkirkan hal itu jauh-jauh. Kedekatan kita memang mengundang kecurigaan banyak orang. Tiada lain karena kita nyambung satu sama lain. Seakan aku sulit menemukan hal ini dalam diri pribadi orang lain. Kamu yang selalu tak ingin kuanggap kakak.

Aku ini ndak ada apa-apanya kalau dibanding, mbak. Kadang aku minder. Tapi mbak yang selalu low profile ini selalu menendang aku tatkala aku kurang pandai bersyukur. Cerita-ceritamu itu selalu menarik, kecuali satu: ceritamu tentang korea selatan. Kamu tau aku nggak suka itu, tetapi sering aja keceplosan. Terimakasih kepada mbak Tika yang sudah banyak memberi sumbangsih dalam hidup saya. Semoga kita dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik lagi. Bercerita-cerita unik, tentang aliran udara yang masuk ke ketek sepoi-sepoi, dan tentang, um, tentang keherananmu kepada setiap laki-laki, seakan kamu lupa kalau aku ini laki-laki. Aku ini laki-laki, mbak. Yang tentunya mbak tau banyak tentang aku. Tetap menginspirasi banyak orang, mbak. Iya, mbak Tiko.

Sebenarnya masih ada orang kesepuluh, kesebelas, keduabelas, dan seterusnya, semacam kak Nazrul, mbak Dati, Bang Arif, kak Rahmat, Dimas, Pak Wildan, Avina, mbak Desta, dan lainnya. Namun terlalu panjang untuk saya ceritakan. Singkatnya, itu lah sembilan orang yang paling berpengaruh dalam hidup saya. 

Bagaimana denganmu? :p

0 komentar:

Posting Komentar

 

Instagram

Populer

Kategori

AEC (6) Aksel Zoo (3) Asean (2) bima (1) buku (3) CAFTA (2) cerpen (4) cool (1) curhat (5) election (1) Experience (17) Filsafat (2) fotografi (5) history (2) hobby (7) Ilmu (2) indah (1) indonesia (13) industri (4) inspirasi (18) islam (3) joke (1) Kebudayaan (12) kenangan (1) kritisi (22) Leadership (20) mahesa (17) marketing (3) Moral (49) movie (1) pendidikan (4) Pergerakan (14) photography (1) pilpres (2) politik (1) prinsip (12) quote (4) sejarah (4) share (71) Shuttlers (1) thailand (13) tokoh (3) travel (4)

Pengunjung

Pengikut